/* navbar ================== */ #bg_nav { background: #ffffff; width: 850px; height: 29px; font-size: 11px; font-family: Arial, Tahoma, Verdana; color: #000000; font-weight: bold; margin: 0px auto 0px; padding: 0px; border-top: 1px solid #000000; border-bottom: 1px solid #ffffff; overflow: hidden; } #bg_nav a, #bg_nav a:visited { color: #000000; font-size: 11px; text-decoration: none; text-transform: uppercase; padding: 0px 0px 0px 3px; } #bg_nav a:hover { color: #000000; text-decoration: underline; padding: 0px 0px 0px 3px; } #navleft { width: 500px; float: left; margin: 0px; padding: 0px; } #navright { width: 220px; font-size: 11px; float: right; margin: 0px; padding: 3px 5px 0px 0px; } #navright a img { border: none; margin: 0px; padding: 3px 5px 0px 0px; } #nav { margin: 0px; padding: 0px; list-style: none; } #nav ul { margin: 0px; padding: 0px; list-style: none; } #nav a, #nav a:visited { background: #ffffff; color: #000000; display: block; font-weight: bold; margin: 0px; padding: 8px 15px 8px 15px; border-left: 1px solid #ffffff; } #nav a:hover { background: #c06000; color: #000000; margin: 0px; padding: 8px 15px 8px 15px; text-decoration: none; } #nav li { float: left; margin: 0px; padding: 0px; } #nav li li { float: left; margin: 0px; padding: 0px; width: 150px; } #nav li li a, #nav li li a:link, #nav li li a:visited { background: #ffffff; width: 160px; float: none; margin: 0px; padding: 7px 30px 7px 10px; border-bottom: 1px solid #ffffff; border-left: 1px solid #ffffff; border-right: 1px solid #ffffff; } #nav li li a:hover, #nav li li a:active { background: #c06000; padding: 7px 30px 7px 10px; } #nav li ul { position: absolute; width: 10em; left: -999em; } #nav li:hover ul { left: auto; display: block; } #nav li:hover ul, #nav li.sfhover ul { left: auto; }

Rabu, 10 Desember 2008

Me & Forex

Dah setahun ini sy pelajari Forex dan dah berkali-kali juga kena MC alias dana habis, seperti emang kata para profesional di Forex bahwa forex harus disiplin di forex harus benar-benar memahami pergerakan pasar dari news – news dunia yang ada setiap saat dan berpengaruh pada pergerakan grafik. Jangan serakah adalah juga masukan yang sangat penting karena terkadang disaat posisi kita sedang bagus atau profit, kadang pada langkah berikutnya adalah loss dan ini pernah saya alami.

Sampai sekarang bisa dibilang masih belum bisa memahami dengan baik tentang forex ini. Bagaimana untuk bisa selalu profit dan stabil. But juga belum pingin menyerah. Mungkin stop untuk beberapa waktu iya, sambil terus belajar di demo account.
Money management juga adalah salah satu kunci keberhasilan di forex, dengan memanage dana yang ada dengan sebaik mungkin, bisa saja keberhasilan diperoleh. Money management ini yaitu mengawasi batasan profit dan batasan loss.
Loss dan profit dah menjadi teman bagi trader seperti saya dan mungkin anda, setiap saat bisa saja kita mengalami loss dan saat yang lain profit kita raih.
Yang penting disiplin, tidak serakah dan mempunyai money management yang baik.
Dan yang juga sangat penting sebelum terjun ke forex belajarlah dulu didemo account sampai menguasai dan anggap dana yang ada didemo adalah dana pribadi untuk melatih psikologi kita, gunakan uang dingin dalam berinvestasi di forex yaitu uang bukan dalam kelompok digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan usaha, tetapi uang yang benar-benar tidak bergerak atau sifatnya jika kita mengalami loss tidak berarti apa-apa.
Bisnis forex memang sangat menggiurkan apalagi dalam sekejab kita dapat melipat gandakan dana kita menjadi berlipat-lipat, tapi bisnis di forex juga termasuk berbahaya apabila kita salah jalan ibarat masuk dihutan belantara yang liar dan ganas, setiap saat bisa hancur dan terjerumus dalam bahaya. Seperti posisi sekarang, dengan $2500 saat ini sudah $3900 hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu but bisa saja setiap saat dana tersebut loss dalam sekejab seperti sebelum-sebelumnya jika tidak dijalankan dengan money management yang baik. Karenanya disiplin, tidak serakah dan semua nasihat-nasihat profesional adalah penting dalam menjalani bisnis di forex. So met ber forex ria untuk para profesional forex trader dan keep smiling and control the physicology.

[+/-] Selengkapnya...

Day Use

Seorang teman suatu hari pernah bertanya, apakah “day use” itu?
Dalam istilah hotel day use adalah pemakaian kamar kurang dari 24 jam dimana tamu check in dan check outnya pada hari yang sama atau dalam batasan check out time tidak lebih dari 12 jam.


Perhitungan tarif biasanya akan dilakukan pada malam hari tepatnya jam 24 atau dalam keadaan dimana secara system administrasi telah siap. Nah day use pemakaian kamar sebelum perhitungan tarif tersebut dilakukan. Proses ini dilakukan oleh Nite Auditor officer atau Nite front office staff.
Dengan adanya day use ini, sebuah kamar kadang bisa dijual lebih dari 1 kali. Ada istilah lain sebagai istilah umum pada istilah day use ini yaitu ‘short time’. Orang lebih sering menyebut istilah ini karena lebih populer dibanding day use yang istilah hotel. Istilah short time pengertiannya sama dengan day use pemakaian kamar dimana saat check in dan check out dibawah atau sebelum dilakukan perhitungan tarif kamar yang biasa dilakukan malam hari/pergantian hari.
Untuk harga kamar tergantung dari management masing-masing, ada yang mengenakan 50% dan adapula mengenakan tarif sesuai tarif standart hotel atau tarif full. Nah untuk tarif ini, hotel dimana penulis berkarya tetap mengenakan tarif standart, hal ini dikarenakan tidak ada perbedaan yang signifikan setiap penggunaan kamar ini pada pemakaian fasilitasnya. Misalnya kamar mandi, tempat tidur dan supplies lain-lain tetap digunakan sebagaimana pemakaian kamar normal.


[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 23 November 2008

Be Akuntan Hotel

Sedikit beda emang secara pelaporan dari SAK but anyway secara prinsip pada dasarnya semua sama. prinsip persamaan dasar akuntasi adalah aktiva sama dengan hutang plus modal tetap sama. begitu juga jurnal-jurnal dan adjusment maupun hal hal lain yang emang dah dari sononya begitu.


DiHotel ada beberapa bagian yang membantu proses laporan itu menjadi selesai dengan baik dan ini tentu saja dimulai dari tim cash in dan tim cash out. begitu saya menjulukinya. tim cash in terdiri dari beberapa bagian yaitu yang pertama gorup kasir, kasir sendiri terbagi lagi menjadi kasir outlet atau lebih sering kita juluki RBC ( restaurant & Bar Cashier ) dan FOC ( Front Office Cashier ). Hasil dari kasir tersebut akan dimanage oleh General Cashier yang akan meng-'collect' laporan mereka setiap hari.
bagian lain yang termasuk tim Cash In ini adalah Income Auditor, nite auditor, Bookkeeper.

saya sendiri termasuk abru dikancah perhotelan dan tentunya masih harus banyak belajar. dan memegang department ini pun baru berjalan 4 tahun but walau sebelumnya semua pengalaman saya adalah didepartment accounting ini. next I will post anything about Hotel Accounting.

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 14 September 2008

Apakah Saya Menikah Dengan Orang Yang Tepat

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?"

Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?"


Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"

"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini."

Inilah jawabanya!
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.


Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan "jatuh" cinta!

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta"
Bayangkan eksprisi tersebut!
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.

Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..
Nah Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.


Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.
Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.

Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.

Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,
Anda bisa!

Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan
merasa lebih baik.
Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.
Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus...

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga
berjalan dengan baik .

Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.

Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH".

Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..

jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..

Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 05 September 2008

Ketika Cinta Terlihat

by Achmad Fachrie
Cinta itu indah. Begitu para penyair mengatakan.
Hanya satu kata, tapi menyimpan beribu, bahkan lebih, makna. Sebuah rasa
yang begitu dalam, sehingga tidak dapat dilukiskan kecuali ketika
berada di dalamnya. Ya, cinta itu indah. Berada di ruang kehidupan yang
luas, sangat luas, bahkan melebih luasnya jagat raya ini. Tidak ada yang
dapat menampungnya dan merasakan ketulusannya kecuali jiwa yang
sederhana dan mau merasakan, menerima cinta apa adanya.

Cinta itu amanah, amanah yang tidak ringan. Amanah yang tidak mudah
dijaga dan dibawa kesuciannya hingga ke akhirat kelak. Bahkan ketika
menulis kata cinta ini pun terasa tidak mudah. Ya, karena cinta berasal
dariNya. Layaknya manusia yang diciptakan menjadi khalifah di bumi,
ketika bukit dan gunung tak mampu menerimanya, hanya manusia yang bisa
merasakannya.

Cinta itu tidak terlihat, karena para pecinta sejati hanya mengenal
satu pekerjaan besar dalam hidup mereka, memberi. Bahkan mungkin kita
sendiri tidak mengetahui bahwa cinta saat ini sedang memberi. Bahkan
mungkin kita sendiri tidak menyadari bahwa walau kita menyakiti, ia
akan
terus memberi. Terus memberi tanpa pernah terhenti. Kalau kita mencinta
seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cinta kita
adalah
apa yang kita berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih
baik.

Kita adalah air, maka ia tumbuh dan
berkembang dari siraman air kita. Kita adalah matahari, maka ia besar dan berbuah dari sinar
cahaya kita. Apakah kita melihatnya? Seperti pohon tergantung dari siraman air dan cahaya matahari. Maka itu
ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis
ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Mereka
menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. Karena itu, kehidupan yang
mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang
menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan
kehilangan yang mendalam.

Cinta itu tidak terlihat, tapi tahukah kita untuk "melihatnya"? Caranya
sederhana. Simak dulu pesan Umar bin Khattab RA, "Hanya ada satu
dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang pada saat
orang yang paling berarti atau pasangan hidupnya wafat, merasa bebas
dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung."

Cinta itu tidak terlihat, dan terkadang baru "terlihat" ketika dalam
ketiadaan. Ketiadaan yang memberikan arti bahwa ia ada. Ketiadaan bahwa
baru saja kita kehilangan yang selama ini memberi arti kepada kita.
Ketiadaan yang telah memberikan kita hidup menjadi satu nafas dan
ketika kehilangannya kita serasa kehilangan separuh nafas kita. Ketiadaan
yang baru kita sadari setelah air mata menetes memberi kita arti hidup
yang jauh lebih berarti ketika bersama untuk mendekatiNya.

Maka, apakah ketika cinta terlihat, saat ia sudah pergi atau saat ia
masih ada? Kitalah yang menentukan. "Jangan tanya akal kita tentang
cinta itu apa.
Pastilah akal akan menunjukkan kekurangannya, dan cinta itu pun tak
akan terasa dan menyapa. Tapi tanyailah hati. Jika ia menjawab positif,
walau tak bulat, maka tugaskan akal mencari pembenarannya."

"Karena cinta dan demi cinta langit dan bumi diciptakan, dan atas
dasarnya makhluk diwujudkan, demi cinta seluruh planet beredar dan
dengannya pula semua gerak mencapai tujuannya serta bersambung awal dan
akhirnya. Dengan cinta, semua jiwa meraih harapannya dan mendapatkan
idamannya serta terbebaskan dari segala yang meresahkannya." Ibn Qayyim Al-Jauziyah.

kota santri.com

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 21 Agustus 2008

MULTILEVEL KEBAIKAN

Ada teman yang pernah bertanya, "apa sih yang membuat kamu senang membantu orang lain?" Saya berikan dia dua jawaban, pertama, karena Allah senang dengan orang-orang yang suka membantu saudaranya.

Allah akan memberikan kemudahan bagi orang yang memudahkan orang lain.
Kedua, saya berjanji kepada seseorang untuk terus berbuat baik membantu orang lain."Seseorang ...?
"


teman saya makin bingung.Baiklah, saya akan perjelas.
Beberapa tahun lalu saya pernah berada dalam kesulitan keuangan.
Kuliah saya terancam berantakan karena saya tak mampu mengumpulkan uang kuliah dari sisa-sisa gaji saya yang memang kecil. Saya nyaris putus asa dan berpikir akan mengakhiri kuliah saya dan berhenti di tingkat dua saja. Biarlah tinggal mimpi, pikir saya.Disaat kebingungan dan putus asa melanda itulah, ada seorang sahabat yang datang menanyakan kabar saya dan juga studi saya. Karena kami biasa berterus terang tentang segala hal, saya katakan kondisi saya baik-baik saja. Tapi kuliah saya yang terancam gagal.Mendengar pengakuan saya, sahabat tersebut kemudian menawarkan bantuan sejumlah uang untuk membayar uang kuliah saya yang tertunggak.Tanpa basa-basi, saya langsung menerima tawaran tersebut tanpa berpikir terlebih dulu bagaimana nanti menggantinya.
Di akhir semester empat, saya sempat bertanya kepadanya perihal bantuan yang diberikan kepada saya. Ada yang membuat saya heran dengan jawabannya, "Saya hanya berjanji kepada seseorang untuk senantiasa berbuat baik membantu orang lain"Kemudian ia memperjelas, Ia pernah mendapati ibunya yang sakit keras dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Namun taksepeser pun uang yang ia dan anggota keluarga lainnya miliki saat itu.
demi kesembuhan ibunya, ia nekat menghubungi satu persatu orang yang dikenalnya yang mungkin bisa membantu biaya pengobatan. Hingga akhirnya, ada seorang sahabat lamanya yang dengan cuma-cuma membiayai seluruh biaya yang dibutuhkan untuk kesembuhan sang ibu.Terheran sahabat itu bertanya, "Kenapa kamu mau membantu saya?"Jawabnya, "Karena saya telah berjanji kepada seseorang untuk senantiasa berbuat baik membantu orang lain"Menurut cerita sahabat saya, sahabat lamanya itu pernah pula mendapati kesulitan dalam hidupnya.
Ia hampir tak tahu kemana lagi meminta bantuan hingga ia bertemu dengan seseorang yang tak dikenal sebelumnya. Setelah berterus terang, orang tak dikenal itu pun memberikan apa yang dibutuhkan sahabat lama itu. kepada orang itu ia bertanya, "Anda sebelumnya tidak mengenal saya, kenapa Anda mau membantu saya?"Anda sudah bisa menduga jawabnya bukan?Tapi ada pertanyaan kedua dari sahabat lama sahabat saya itu, "Bagaimana saya mengganti kebaikan Anda ini?"Orang tak dikenal itu menjawab, "Berjanjilah untuk melakukan banyak hal untuk membantu kesulitan orang lain. Itu lebih baik nilainya daripada mengganti apa yang telah saya berikan"Begitulah seterusnya hingga saya tak pernah tahu siapa yang pertama kali menyulam jaringan amal kebaikan ini.
Sungguh, saya tak pernah tahu. Hanya saja yang pasti akan saya lakukan setiap kali memberikan bantuan kepada orang lain, saya akan berkata, "Berjanjilah untuk melakukan kebaikan yang sama terhadap orang lain yang membutuhkan".

[+/-] Selengkapnya...

KISAH JUTAWAN YANG BODOH DAN ANAK YANG CERDIK

Suatu ketika, ada seorang jutawan bernama Pak Uangku. Ia sangat mencintai uang lebih dari apapun yang ada di dunia. Pak Uangku sangat kaya, tapi ia tidak tahu pasti berapa jumlah kekayaannya.
Suatu hari ia menyewa seorang anak kecil bernama Smarty untuk menghitung uangnya. Smarty hanya butuh waktu 6 (enam) hari untuk menghitung jumlah uang Pak Uangku. Pada hari ke-6, Smarty melaporkan pada Pak Uangku bahwa jumlah uangnya ada RP 42 milyar. Pak Uangku sangat senang.

Kemudian dengan pandangan licik, Pak Uangku menanyakan ongkos yang diminta Smarty.
Kata Smarty, "Karena saya bekerja selama 6 hari, saya minta RP 2 (dua rupiah) pada hari pertama. Pada hari kedua, upah hari pertama (RP 2) dikalikan dengan jumlah angka itu sendiri, jadi RP 4 (empat rupiah). Pada hari ketiga, jumlah upah hari kedua (RP 4) dikalikan jumlah angka itu juga (4), jadi RP 16 (enam belas rupiah). Pada hari keempat, jumlah upah hari ketiga (RP 16) dikalikan 16 pula, jadi RP 256. Pada hari ke...."
"Stop!", kata Pak Uangku. "Aku akan membayar ongkosnya!" Pak Uangku tak mau mendengar sampai akhir penjelasan Smarty. Ia berpikir kalau Smarty itu bodoh karena uang yang dimintanya hanya sedikit.
Pak Uangku langsung menghitung sejumlah uang untuk diberikan pada Smarty. Namun apa yang terjadi ???...Begitu selesai menghitung, ternyata jumlah yang diminta Smarty adalah sama dengan jumlah seluruh uangnya !!!

Di akhir cerita, Smarty menjadi kaya raya. Sedangkan Pak Uangku jatuh miskin. Mengapa demikian ???...Ternyata....Pak Uangku tak memahami matematika, khususnya bilangan kuadrat.
Lihat Tabel di Bawah ini :
Hari ke
Jumlah Upah n
KuadratJumlah Akhir
1
2
2
2
2 x 2
4
3
4 x 4
16
4
16 x 16
256
5
256 x 256
65.536
6
65.536 x 65.536

4.294.967.296
Hmmm...apa makna dari cerita itu...?!?!.....ada beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita dari cerita tersebut, yaitu :

1). Jangan menjadi orang yang serakah dan cinta pada harta.Dalam buku Tanbihul Ghafilin (Abullaits Assamarqandy) disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : "Aku memastikan adanya 3 bagi 3 yaitu bagi orang yang sibuk dunia, rakus (thama') kepada dunia, dan bakhil terhadap dunia, pasti ia akan menderita kekurangan yang tidak ada cukupnya, sibuk yang tidak ada liburnya dan risau yang tidak ada senangnya." Syaqiqi Albakhi berkata : Saya telah menyimpulkan dari 4000 hadits menjadi 400, dari 400 menjadi 40, dan dari 40 menjadi 4 hadits, dan salah satu dari ke-4 hadits itu adalah : "Jangan mengikat hatimu pada harta sebab harta itu hanyalah pinjaman, mungkin bisa saja hari ini harta tersebut menjadi hakmu namun esok hari bisa jadi merupakan hak orang lain maka jangan susah payahkan dirimu untuk kesenangan orang lain di mana kesenangan tersebut untuk orang lain sedangkan tanggungan dosanya engkau yang menanggungnya sendiri. Dan jika hatimu terikat pada harta maka engkau akan bakhil, tidak mengeluarkan kewajiban di jalan Allah, takut miskin dan menurut kepada bisikan syetan."

2). Penting sekali bagi seseorang untuk membekali dirinya dengan ilmu (dan tentunya sebagai seorang muslim, juga perlu dibekali dengan iman) supaya tidak terjerumus dalam kesesatan dan kerugian akibat kebodohan diri sendiri.

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata :"Dua macam kerakusan yang tak kunjung kenyang yaitu (1) yang menuntut ilmu dan (2) yang mengejar dunia. Tetapi keduanya sangat berbeda, bertolak belakang. Adapun yang menuntut ilmu maka akan selalu bertambah diridhoi Allah, sedangkan yang mengejar kekayaan dunia akan bertambah merajalela dalam kesesatannya."Kemudian ia membaca : "Innamaa yakh sya Allah min ibaadihil ulamaa'u (Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama, yang mengenal Allah)". Lalu membaca : "Kallaa innal insaana layathgha an ra'aahus taghna (Tidak, tidak demikian, tetapi manusia akan melampaui batas bila ia merasa kaya, tidak berhajat kepada yang lain)." Intermezzo : Cinta Harta dan Kebodohan menjadi 2 (dua) senjata ampuh yang mampu membuat seseorang (bahkan sebuah negara) terperosok ke dalam jurang kehancuran dan kerugian. Kondisi sulit yang sedang dialami oleh bangsa ini penyebab utamanya tidak jauh-jauh dari kedua hal itu. Yaitu orang-orang yang berintelektual tinggi dan berkewenangan mengemban amanah hajat hidup orang banyak, (tega) melakukan kebohongan public karena dorongan kecintaannya pada harta yang bertumpuk-tumpuk sehingga menyengsarakan hidup orang lain karena dorongan keserakahannya itu. Sedangkan orang-orang awam, tidak tahu menahu bahwa mereka sudah "diakal-akalin" (baca : "dibodoh-bodohin") oleh orang-orang yang diberi kepercayaan oleh mereka. Lalu di sisi lain, golongan intelektual pengemban amanah rakyat itu , baik disadari atau tidak, mereka juga telah "dibodoh-bodohi" oleh "dunia" yang mengikatnya (skenario konspirasi).

Referensi : Ø Koran BERANI, Th. 2 No. 51Ø
Tanbihul Ghafilin (Abullaits Assamarqandy)

[+/-] Selengkapnya...